Tanaman vanili merupakan tanaman yang tumbuh merambat, memiliki batang yang agak lunak, berbuku dan berwarna hijau. Tanaman vanili memiliki akar udara yang berperan menangkap nutrisi yang terdapat di udara, disamping itu juga berfungsi untuk melekatkan tanaman vanili pada tajar yang berada di dekatnya, disamping itu akar udara. Vanili bersifat tidak membutuhkan penyinaran penuh, sehingga tanaman “manja” ini membutuhkan tanaman penaung yang juga berfungsi sebagai tiang panjat.
Tajar hidup yang ditanam di tempat penanaman vanili sangat dibutuhkan. Tajar hidup digunakan untuk memanjatkan atau melilitkan batang vanili. Tanaman vanili dapat ditanam secara tumpang sari dengan berbagai pohon lain sebagai tajar hidup. Tanaman yang dapat dijadikan tajar hidup vanili yakni Lamroto, gamal, dadap, mahoni, kelor hingga jeruk.
Pohon sebagai tajar hidup vanili ditanam setahun sebelum penanam vanili. Waktu yang baik untuk menanam adalah saat mulai turun hujan. Tajar hidup harus memiliki sifat pertumbuhan cepat dan rimbun. Tajar hidup harus memiliki perakaran yang dalam sehingga tidak menjadi pesaing bagi vanili untuk mendapatkan makanan. Haruslah tidak mempunyai sifat gugur daun pada musim kemarau, mudah dipangkas, daun yang berjatuhan cukup banyak, tidak mudah terserang hama, dan bukan merupakan inang bagi hama dan penyakit tanaman vanili.
Batang tajar hidup diambil dari pohon induk yang sehat dan sudah berkayu dengan diameter 5 -7 cm dan panjangnya 1,75-2 m. Vanili membutuhkan pelembaban tanah 40 % dan pelembaban udara 60 %. Selain itu petani juga diharapkan harus rajin memangkas tajar hidup. Sebaiknya jangan terlalu rindang karena akan mempengaruhi serapan matahari yang didapatkan oleh tanaman vanili.

No comments:
Post a Comment